Nilai Kejujuran Perawat


Literasi Perawat ~ Siapa bilang kerja di lurnegeri itu tidak enak? Siapa bilang kerja di negeri sendiri itu lebih nyaman dan tenang?

Tidak sedikit, mereka yang meraskan nyaman dan mengeluh karena bekerja di negeri orang! Tak sedikit juga yang bilang nyaman bekerja di luar negeri lebih nyaman dan tenang.

Tak sedikit yang bekerja di negeri sendiri selama tahunan, hanya untuk mencari penglaman kerja, selama waktu yang ditentukan untuk persayaratan menuju Negara lain. Contohnya seperti saya.!

Banyak Kontroversi  mengenai Negara tujuan penerima Buruh Migrant kesehatan baik Swasta maupun Program G to G yang sudah menerima dan memberangkatkan Tenaga Kerja Indonesia.
Diantaranya Asia Timur : Jepang, Korea Utara, Korea Selatan, Taiwan dan Hong Kong. Asia Tenggara : Malaysia dan Singapura. Asia Barat : Bahrain, Irak, Kuwait, Qatar, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab, Australia, USA dan UNIEROPA.
Negara tersebut di atas mempunyai syarat dan ketentuan masing-masing bagi mereka tenaga kesehatan. Harus lulus ujian Negara tujuan, lulus NCLEX atau POMETRIK. Tidak gampang untuk mengikuti setiap ujian tersebut, tidak juga murah, dan tidak juga mengunakkan bahasa kita. Seperti yang saya jalani 3 bulan setelah sampai dan bekerja di Saudi Arabia, ujian tersebut mengunakan bahasa inggris khusus Asia Barat.

Persiapan haruslah matang, belajar soal-soal keperawatan tergantung peminatan spesialis apa yang di inginkan. Bahan belajar juga sangat mudah di dapat, tersedia semuanya di internet atau download aplikasi. Rajin rajin membaca itu modal utama untuk bisa lulus ujian. Tidak ada les bahasa atau kursus layaknya Midle Semester.

Proses dan rangkaianya sangat panjang, mulai pendafratan , hari ujian dll. Alahmdulilah, klinik tempat saya bekerja yang menguruskan semua dari awal sampai ahir ujian. Klarifikasi dari pihak Ministry  of Helath (MOH) Saudi Arabia samapai klarifikasi tempat asal kita kuliah, tempat kerja kita pertama, sebagai mana surat pengalaman kerja yang tertera dan yang mereka pegang.

Jadi di sini kejujuran modal utama dan syarat utama untuk mencari Rizky yang HALAL tentunya. Jangan sampai di suatu hari nanati dapat permasalahan dan bertanya “apa salahku dan apa dosaku”!
Jangan salah dan jangan mengelak ketika ada sesuatu kesalahan yang kita perbuat sampai ketahuan oleh teman sejawat. Banyak fakta kelebihan dan kekurangan akan individu pemilik “Gelar Perawat”.

Ada dan banyak mereka curang dalam mempersiapkan persyaratan kerja ke Luar Negeri. Toh sah saja bagi mereka yang curang dan menyampingkan kode etik keperawatan serta lupa akan sumpah profesi atau sumpah jabatan.

Banyak yang di pulangkan ketanah air lantaran kecurangan tersebut. Iming-iming gaji besar serta sulit mencari pekerjaan di tanah air, mendorong mereka peminat kerja ke luar negeri melakukan kecurangan. Hal ini di dukung oleh mereka para pendahulu kita serta pihak sponsor dan agency keberangkatan menghalalkan segala cara. Muali memalsukan surat pengalaman kerja, stempel palsu, lobi-lobi klinik dan rumah sakit abal-abal, mereka bisa melakukan semua itu. Dengan dalih menolong serta kemanusiaan, ingin segera berangkat serta pihak agency mendapat imbalan dari link tempat kerja di luar negeri.

Sang tenaga kerja was-was akan hal demikian, tapi agency punya seribu lidah unduk meyakinkan dan menenangkan. Mereka selalau berkata “tidak bakal ketahuan kalau ini semua rekayasa dan palsu, kalaupun ketahuan nanti saya akan bantu”! itu jurus pamungkas mereka! Setelahnya ketahuan dari MOH mereka akan diam dan melimpahkan permasalahan tersebut kepada KBRI di Negara tersebut. Hati hati serta cermati setiap tindakan kita.

Mereka agency, tidak semua agency seperti itu.! Jangan salah paham dahulu.

Terus bagaimana dengan perawat yang curang.! Jawabnya ada, tapi saya tidak tahu berapa jumlahnya. Sebagai contoh kuliah sambil bekerja di klini. Namun belum lulus kuliah, apakah itu masuk dan bisa menjadi persyaratan bekerja di luar negeri.? Jawabnya bisa saja kalau tidak “Ketahuan”, kalaupun ketahuan berabe urusanya, bakalan di deportasi sama Negara tersebut. Yang merka hitung sebagai surat pengalaman kerja, yaitu terhitung setelah lulus kuliah, bekerja sampai 2 tahun atau lebih. Contoh lulus kuliah agustus 2014. Ketika kuliah sambil bekerja terhitung dari agustus 2013. Pendaftaran kerja keluar negeri agustus 2015 secara kasar dibuat pengalaman kerja 2 tahun. Ya tidak salah pengalaman kerja dua tahun. Tapi bukan itu, yang di hitung lulus 2014 sampai 2015 berarti masih satu tahun.

Perawat curang dan menolong junior serta teman… ya banyak. Untuk mengklarifikasi tempat kerja klinik abal abal tersebut, mereka  curang membuat emai sebagiman alamat yang tertera dalam surat pengalaman kerja. Mereka kirim ke Saudi Council dan mereka sendiri yang mebalas dan membuat penyataan bahwa “is paijo” pernah bekerja di klinik sebagaimana alamat tersebut.

Ini terjadi pada perawat kita yang tidak mengutamakan kejujuran, sebagimana sumpah yang telah di ucapkan.

Siapapun yang berbuat demikian sah saja dan itu pilihan, realitanya demikian seakan tak bersalah. Akan berbelit, mencari segudang argumen untuk memutuskan mata rantai kebenaran. So bagaimana menurut anda.!

Resiko sudah dipilih, jikapun melakukan demikian, lulus dan tidak lulus itu juga pilihan akibat dan sebab yang di Timbulkan dari pilihan yang salah.
Mengapa perawat kita sangat susah di terima di Arab Saudi. Itu karena ada permasalahan dari agency memberangkatkan perawat yang belum punya pengalaman kerja. Namun oleh agency dibuatkan surat pengalaman kerja 2 tahun. Sesampainya di Saudi tidak bisa berbuat apa-apa. Ya tamat riwayat. Ini terjadi sekitar 15 sampai 20 tahun yang lalau. Nah untuk saat ini, citra perawat kita perlahan membaik.

Itu karena kecurangan yang di buat satu orang, dampak serta imbasnya sangat luas. Bahkan butuh bertahun tahun untuk meyakinkan mereka. Jangan sampai hubungan yang sudah mulai mesra ini, menjadi tidak harmonis lagi.

Masih banyak bahkan ribuan adik adik junior yang menginginkan kerja di luar negeri. Dan jangan sampai membuat citra perforasi kita menjadi belang.

Salam sejawat “keperawatan” berubah dan berfikir lebih baik.

Penulis: Ahmad Irfankhan HS
Riyadh, Saudi Arabia

Iwansyah
Iwansyah Seorang Penulis Pemula Yang Mengasah Diri Untuk Menjadi Lebih Baik

Post a Comment for "Nilai Kejujuran Perawat"